“Bolos yuk.” Begitu bunyi pesan masuk itu. Baru saja dikirim. Setelah kulirik sekilas kulakukan hal yang biasanya. Tidak membalas dengan apapun. Tidak satu kata, tidak juga emoji. Dia tidak pernah mengajakku bicara sebelumnya, tidak sedikit pun. Mungkin basa-basi kecil pernah. Tapi itu sudah lama dan aku tidak ingat betul bagaimana itu terjadi. Itu semacam dia menyapaku tapi tanpa bermaksud benar-benar menyapaku, ingin tahu kabarku, atau minimal menanyakan kenapa aku pindah ke sekolah ini. Kalau aku tidak lupa, ia bertanya apakah aku punya saran untuk acara yang bakal kami semua lakukan saat perpisahan nanti. Aku tidak ingat saat itu menjawab apa, tapi yang jelas dia tidak menanyakan apa-apa lagi setalah ia mendengar jawabanku. Intinya kami tidak berteman, dan tentu saja kami jauh dari kata akrab. Semuanya terasa normal-normal saja semenjak aku pindah ke kelas ini. Tidak ada yang betah mengobrol denganku. Jika saja yang ia lakukan padaku hanyalah semacam menyapa sekada...
Komentar
Posting Komentar